×

Diklat Vokasi Bagi Guru SMKN Bidang Pariwisata Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2020

Posted 2020-02-04 1

Surabaya - Sektor pariwisata Indonesia saat ini masih sangat potensial untuk dikembangkan. Komitmen pemerintah mendorong sektor pariwisata tentunyaperlu didukung dengan penyediaan infrastruktur kepariwisataan dan sumber daya manusia pariwisata yang sesuai dengan standar internasional. Standar ini diperlukan mengingat wisatawan yang berkunjung ke Indonesia ditargetkan berasal dari berbagai belahan dunia. Maka, untuk meningkatkan kepuasan wisatawan, paket-paket wisata dan akomodasi yang ditawarkan untuk wisatawan perlu dibenahi sesuai dengan standar internasional.
SMK sebagai salah satu pemasok calon sumber daya manusia di bidang pariwisata perlu mempersiapkan diri.

Pengembangan pariwisata merupakan kesempatan emas bagi SMK untuk mengambil peran penting sebagai pemasok
sumber daya manusia terampil pada level menengah. Kurikulum, sarana dan prasarana belajar, guru, dan strategi pembelajaran di SMK harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri pariwisata yang sedang berkembang dengan pesat. Penyesuaian diri dengan kebutuhan sektor pariwisata akan meningkatkan peluang lulusan SMK agar segera direkrut dan bekerja di bidang pariwisata.

Untuk itu, BPSDM Provinsi Jawa Timur sebagai lembaga penyedia layanan pendidikan dan pelatihan di Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Diklat Vokasi Bagi Guru SMKN Bidang Pariwisata Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 mulai tanggal 3 - 12 Pebruari 2020 yang diikuti oleh 25 Orang Peserta yang terdiri dari Guru SMKN Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Selasa(4/2)

Kegiatan tersebut dibuka oleh Drs. DIDIEK DWIYANTO, MM Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Fungsional dan Sosial Kultural, di BPSDM Prov. Jatim pada tanggal 4 Pebruari 2020 adalah salah satu bentuk penguatan program One General Manager (GM) One SMK yang dicanangkan nasional. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) yang di lakukan oleh SMK Negeri dengan pariwisata.

Ini merupakan wujud dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 terkait revitalisasi SMK. Program ini juga mewujudkan pendidikan sistem ganda di SMK antara industri dengan SMK. Dengan adanya MOU ini pihak GM akan siap menjadi guru tamu atau dosen tamu sekolah untuk mengajar siswa secara langsung. Sehingga lulusan SMK bisa siap berwirausaha saat lulus nanti.