• CORPU SDGs BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

Berita BPSDM

Hadapi Krisis Dunia, Gubernur Khofifah Minta Peserta Latsar CPNS Lipatgandakan Inovasi dan Kreatifitas


SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir menutup Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS golongan II pada angkatan 49-52 di Kampus Stesia Surabaya, Sabtu (10/9). 

Pada seluruh peserta latsar, ia meminta agar mereka melipatgandakan inovasi, dedikasi dan kreatifitas dalam bekerja serta meningkatkan kepekaan terhadap dinamika krisis global dunia. 

Gubernur Khofifah menggambarkan bahwa saat ini seluruh negara, sedang menghadapi tantangan krisis dunia. Mulai Krisis Pangan, Krisis Energi dan Krisis Keuangan. Oleh karena itu, para abdi negara dan masyarakat harus melipatgandakan inovasi mengadapi krisis global. 

"Saudara saudara yang akan mengabdi menjadi bagian dari Pemprov Jatim, saya minta untuk melipatgandakan dedikasi, inovasi dan kreatifitas dalam menghadapi krisis dunia," ujarnya. 

Ia mengatakan, para ASN harus berinovasi dimulai dari hal kecil kemudian berkembang menjadi pengabdian yang besar membantu bangsa terlepas dari adanya krisis utamanya krisis pangan. 

Menurutnya, cara sederhana bisa dilakukan seperti menanam apa saja yang ada di pekarangan rumah. Jika tidak memiliki pekarangan bisa menggunakan polybag. 

“Ikhtiar ini adalah langkah kecil membantu bagaimana memanajemen pengendalian inflasi berbasis keluarga bisa mereka lakukan," jelasnya. 

Dicontohkannya, jika terdapat program untuk memperluas hasil panen di tengah area yang terbatas maka sebagai ASN Pemprov harus mampu melakukan inisiasi yang produktif. 

Jika perlu lakukan sinergi dengan melibatkan peran dari Kepala Desa, Kecamatan, Dinas Pertanian di Kabupaten/Kota di Jatim, sinergi dengan berbagai ormas hingga sinergi dengan perguruan tinggi yang ada. 

"Kondisi krisis dunia ini membutuhkan kecepatan kita dalam mengambil inovasi dan kreatifitas. Tidak boleh lagi menunggu, karena krisis pangan global merupakan persoalan serius," terangnya. 

Jawa Timur, lanjutnya di tahun 2021 tercatat bahwa produksi Padi tertinggi diantara seluruh provinsi di Indonesia. Bahkan, ketika Presiden Jokowi berkunjung ke Jatim dan berkonsultasi apakah Indonesia membutuhkan impor beras dengan tegas disampaikan bahwa Jatim tidak perlu impor. 

"Bapak Presiden bertanya kepada saya, apakah Indonesia perlu mengimpor beras. Sontak, saya memberikan data bahwa produksi di lima provinsi di Indonesia dimana yang tertinggi berasal dari Jatim sehingga pemerintah akhirnya tidak jadi mengimpor beras," ungkapnya. 

Khofifah menegaskan bahwa para ASN dituntut peka terhadap persoalan pangan secara nasional. Tidak boleh melihat data bedasarkan data yang mikro atau kecil saja. 

Hingga tahun 2022, Jawa Timur mensuplai kebutuhan logistik ke 16 provinsi lain di Indonesia Timur. Hampir 80 persen kebutuhan logistik Indonesia Timur disuplai dari Jawa Timur. 

Mantan Menteri Sosial itu berharap, semua pihak bisa turut serta dalam mengendalikan inflasi dari sesuatu hal yang kecil. Krisis Pangan yang berkepanjangan dapat mendorong inflasi. Ketika inflasi tinggi dapat menurunkan daya beli masyarakat yang akan bermuara pada timbulnya kemiskinan baru di daerah. 

"Inflasi harus bisa dimanage dan dikendalikan melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Inflasi ini menjadi sebuah ketakutan dan tantangan besar dari seluruh negara di dunia," tegasnya. 

Di akhir sambutannya, Khofifah juga berharap para ASN memiliki empati yang tinggi terhadap segala issue maupun dinamika yang sedang terjadi. Salah satunya, adanya musibah kecelakaan pesawat latih dari TNI AL beberapa waktu lalu yang menewaskan dua prajurit terbaik. 

Tak hanya itu, Khofifah juga berpesan kepada seluruh ASN di Pemprov Jatim untuk senantiasa berfikir dan berprasangka baik diantara pegawai ASN. 

“Jangan pernah berprasangka negatif diantara pegawai ASN. Mari kita bangun prasangka yang baik diantara sesama pegawai ASN sehingga kinerja dan produktifitas ASN bisa dirasakan oleh masyarakat Jawa Timur," urainya. 

Sementara itu Kepala BPSDM Prov. Jatim Aries Agung Paewai melaporkan, bahwa Pelatihan Dasar (Latsar) golongan II pada angkatan 49, 50, 51 dan 52 ini diikuti sebanyak 159 orang dengan 15 formasi diantaranya Perawat Pengelola, Fisioterapis, Nutrisionis, Asisten Apoteker, Pranata Komputer, Pranata Lab, verifikator dan pengelola. 

Selain itu, juga terdapat formasi arsiparis, pustakawan, paramedik verteriner, pengawas mutu pakan, pengendali organisme pengganggu tumbuhan, Petugas Aviation Security (Avsec) hingga politisi hutan. 

"Kegiatan Latsar ini dimulai pada tanggal 4 Juli 2022 dan ditutup pada tanggal 10 September 2022. Kami juga memberikan penghargaan/peringkat kepada para peserta Latsar dari berbagai angkatan yang diharapkan dapat memacu semangat peserta lain," ungkapnya. 

Pada kesempatan tersebut Gubernur Khofifah menerima Kartu Peserta Tabungan Dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) dari Manajer Layanan PT. Taspen Persero Surabaya yang berlaku selama menjadi pejabat negara. 

Selanjutnya, Gubernur Khofifah juga menyerahkan Kartu Taspen kepada peserta Latsar CPNS secara simbolis. (*)